Keanekaragaman Jenis Rumput Laut/Makro Alga di Perairan Bombana Sulawesi Tenggara
Keywords:
Dominansi, Keanekaragaman, Kepadatan, Keseragaman, MakroalgaAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman RL/MA di perairan Bombana. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2021 di perairan klaster Rumbia, klaster Poleang dan klaster Kabaena.Data diperoleh secara acak disetiap perairan yang dipilih secara purposive menggunakan line transek. Sampel RL/MA dianalisis in-situ dan ex-situ, demikian pula dengan pengukuran parameter kulaitas lingkungan perairan dianalisis in-situ dan ex-situ. Data RL/MA yang diperoleh dianalisis meliputi kepadatan, komposisi jenis, keanekaragaman jenis, keseragaman jenis, dominansi jenis. RL/MA yang ditemukan sebanyak 37 spesies. Jenis RL/MA tumbuh dan berkembang jauh lebih baik di perairan klaster Poleang dan klaster Kabaena dibandingkan klaster Rumbia. Hasil pengukuran dan analisis kualitas air terdiri atas suhu, salinitas, pH, kecerahan, oksigen terlarut, nitrat, fosfat, arah dan kecepatan arus, TSS, substrat dan kedalaman perairan menunjukkan nilai memenuhi syarat untuk pertumbuhan RL/MA. Keanekaragaman jenis di perairan klaster Rumbia termasuk kategori rendah (H’<1), sedangkan di klaster Poleang dan klaster Kabaena termasuk kategori rendah sampai sedang. Jenis RL/MA menunjukan keseragaman tinggi (E>0.6), maka jenis yang mendominansi (C<0,5) sangat terbatas di perairan tertentu saja, seperti ditunjukan oleh nilai indeks dominansi (C) jenis di perairan klaster Rumbia adalah 0,428 (tidak ada jenis mendominasi). Nilai indeks keseragaman di klaster Polenag dan Kabaena tidak ditemukan jenis yang mendominasi (E<0,5), kecuali di klaster Poleang tertdapat di perairan Batu Putih (E = 0,671) dan klaster Kabaena ditemukan di perairan Mapila (E=0,536) dan Lengora Pantai (E=0,569).
References
Anggadiredja J. T. (2017). Seaweed diversity and conservation on the warambadi seashore of Sumba Island: substrata and seasonal phenomenon. Jurnal Teknologi Lingkungan,18(2), 182-191
Atmadja, W. S., Kadi,A., Sulistijo.,Rachmaniar. (1996). Pengenalan jenis-jenis rumput laut di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI, Jakarta:
Atmadja, WS., Sulistijo. (1988). Beberapa aspek vegetasi dan habitat tumbuhan laut bentik di Pulau-Pulau Seribu. Dalam: M. K. Mossa, D. P Praseno dan Sukarno. Teluk Jakarta: Biologi, Budidaya, Oseanografi, Geologi dan Kondisi Perairan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi- LIPI, Jakarta.
Brower, J.E, Zar; J.H & Ende, C.N, (1998).Field and Laboratory Methods for General Ecology,Ed.Ke-4, Mc.GrawHill, Boston
Chen, Y., Zou, R., Su, H., Bai, S., Faizullabhoy, M., Wu, Ydan Guo, H. (2017). Development of an integrated water quality and macroalgae simulation model for tidal marsh eutrophication control decision support. Water9(4), 1-1
Handayani, T. (2017). Potensi makroalga di paparan terumbu karang perairan Teluk Lampung. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 2(1), 55–67
Ira., Rahmadani., Nur Irawati. (2018). Komposisi Jenis Makroalga di Perairan Pulau Hari Sulawesi Tenggara. Jurnal Biologi Tropis. 18 (2) :141 - 158
Imchen, T. (2015). Substrate deposit effect on the characteristic of an intertidal macroalgal community. Indian Journal of Geo-editor.Biodiversity and Climate ChangeAdaptation in Tropical Islands. Cambridge(EN):Academic
www.algabase.org.



