Desain Klaster Pengembangan Usaha dan Rantai Pasok Rumput Laut di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara

Authors

  • Akhmad Mansyur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo
  • Nurhuda Annaastasia Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo
  • Wa Nurgayah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo
  • Muhammad Nur Findra Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo

Keywords:

Desain Klaster Usaha, Rantai Pasok, Rumput Laut

Abstract

Upaya mewujudkan rencana Pemerintah Daerah dalam mencapai visi pembangunan salah satunya adalah melakukan intervensi kuat pada sektor budidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun klaster pengembangan usaha rumput laut siap olah di Kabupaten Bombana, merumuskan pola kelembagaan pemasaran rumput laut pada kawasan sentra IKM rumput laut di Kabupaten Bombana, dan mengintegrasikan hilirisasi rumput laut ke dalam sistem inkubasi bisnis di Kabupaten Bombana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli Sampai November 2021 di Kabupaten Bombana. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang layak menjadi zona pengembangan bisnis rumput laut di Kabupaten Bombana terdapat dalam tiga klaster yaitu Rumbia, Poleang dan Kabaena. Dari ketiga klaster tersebut klaster Rumbia berada pada hirarhi pertama dalam komposisi penyusunan pengembangan usaha rumput laut. Jenis rumput laut yang potensial untuk dikembangkan di klaster Rumbia dan Poleang adalah Eucheuma spinosum, Eucheuma cottoni dan Gracilaria, sedangkan di klaster Kabaena adalah Eucheuma spinosum, Eucheuma cottoni. Produk olahan rumput laut yang dapat rekomonedasikan untuk dihasilkan adalah Alkali Treated Cottoni (ATC), Semi Refined Carrageenan (SRC) dan Refined Carrageenan (RC) untuk mendukung pengembangan industri rumput laut yang ada bagi peningkatan ekonomi daerah. Secara berurutan pantai pasok rumput laut dimulai dari pembudidaya (margin produksi 9,55%), kelompok pembudidaya (margin pasar 0,28%), koperasi/Bumdes (margin pasar 11,61%), agroindustri (PT. INRI dengan margin pasar 50, 67%) dan ekspor. Agroindustri rumput laut merupakan perusahaan penghela yang menyerap seluruh produksi rumput laut yang dihasilkan oleh pembudidaya.

References

Arif Satria, (2014). Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bombana. 2021. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bombana. (2021). Kabupaten Bombana dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bombana. 2021. Kecamatan dalam Angka.

Peraturan Pemerintah Kelautan dan Perikanan. (2009). Skala Usaha di Bidang Pembudidaya Ikan.

Rusman, M., Mardin, F., & Bakri, I. (2018). Pendampingan Penyusunan Perencanaan Produksi Industri Kecil Menengah Petani Rumput Laut di Kabupaten Barru. Jurnal Tepat: Applied Technology Journal for Community Engagement and Services, 1(1), 49-60.

Sarinah, S., & Djatna, T. (2015). Analisis strategi penanganan risiko kekurangan pasokan pada industri pengolahan rumput laut: kasus di Sulawesi Selatan. Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM, 35(2), 223-233.

Upe, A. (2022). Metode Riset Kuantitatif dan Kualitatif: Mengurai Perbedaan Ke Arah Mixed Methods. Yogyakarta. Diandra Creative.

Wahyu, F., Arief, A. A., & Yusuf, D. (2016). Adaptasi Sosio-Ekologi Budidaya Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Pada Masyarakat Pesisir Di Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. OCTOPUS: Jurnal Ilmu Perikanan, 5(1), 456-461.

Wibowo, Y., Ma'arif, M. S., Fauzi, A. M., & Adrianto, L. (2011). Diagnosis kelayakan pengembangan klaster industri rumput laut yang berkelanjutan. AGROINTEK, 5(1), 33-44.

Wiratna Surjarweni, (2012). Manjemen Keuangan Teori, Aplikasi dan Hasil Penelitian. Pustaka baru Press. Yogyakarta.

Downloads

Published

2022-12-12